Postingan

Mari Mengenal Paragraf dalam Tulisan

Dalam tulisan kali ini, kita akan mengenal paragraf. Paragraf adalah rangkaian kalimat yang berisi beberapa kalimat, dengan satu kalimat berisi pokok pikiran dan didukung oleh kalimat penjelasan lainnya. Artinya dalam satu paragraf kita bisa menuliskan beberapa kalimat. Namun, yang perlu diingat adalah bahwa ada satu pokok pikiran dan kalimat lainnya adalah merupakan penjelasan dari pokok pikiran tersebut. Kemudian fungsi dari paragraf adalah untuk: Pertama, membantu pengorganisasian tulisan. Di tulisan sebelumnya,saya telah membahas mengenai pengorganisasian, maka disitu bisa dilihat bahwa langkah pertama adalah pembuatan kerangka tulisan. Kemudian kerangka itu perlu dikembangkan dengan bagian lain yang kemudian menjadi isi dari paragraf. Bagian penjelasan tersebut membantu menjelaskan kerangka itu, sehingga akhirnya menjadi satu tulisan yang utuh. Kedua, memahami alur sebuah tulisan. Dengan adanya pokok-pokok pikiran yang disajikan dalam tiap

Syarat Paragraf yang Baik untuk Mendukung Tulisan

Kali ini kita akan membahas syarat paragraf yang baik.  Syarat paragraf yang baik adalah Pertama , paragraf yang baik menyajikan satu tema. Kemudian hanya tema tersebut yang akan dikembangkan dalam tubuh paragraf.  Kedua , adanya kelengkapan bukti-bukti lainnya untuk membentuk satu paragraf yang baik.  Dalam hal ini disampaikan bukti-bukti, penjelasan, contoh, data, fakta, dan lainnya.  Misalnya, saja saat Anda membuat sebuah paragraf mengenai syarat paragraf yang baik. Di dalam paragraf tersebut nantinya disampaikan beberapa syarat paragraf yang baik tersebut. Misalnya kesatuan, kelengkapan, dan seterusnya, sehingga paragraf tersebut menjadi lengkap.  Ketiga , adalah adanya koherensi atau kepaduan.  Artinya tema yang disajikan dalam pokok pikiran atau kalimat utama di paragraf tersebut berpadu dengan kelengkapan yang mendukung tema yang disampaikan. Hasilnya adalah tidak terjadi kesimpangsiuran atau pernyataan yang saling bertolak belakang antara satu deng

Ciri-Ciri Kalimat Efektif untuk Menulis

Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai kalimat efektif. Namun, sebelumnya kita perlu memahami beberapa hal tentang kalimat. Apa itu kalimat? Kalimat sejatinya adalah rangkaian kata yang mengungkapkan satu pikiran lengkap. Kemudian kita juga perlu mengenal fungsi kalimat. Sebuah kalimat berfungsi sebagai wahana atau alat komunikasi untuk menyampaikan pikiran, perasaan, sikap, dan sebagainya. Selanjutnya kita juga perlu mengetahui unsur dasar pembentuk kalimat. Unsur dasar yang dimaksud adalah subjek dan predikat. Namun, kita juga perlu mengenal apa yang dimaksud dengan perluasan kalimat. Perluasan kalimat adalah penambahan terhadap unsur dasar pembentuk kalimat. Misalnya selain subjek dan predikat, kita juga mengenal adanya kata tanya, keterangan tempat, keterangan waktu, kemudian kata sifat, dan lainnya. Selanjutnya, agar kalimat mengalir, maka kita perlu mengenal penanda hubungan kalimat. Penanda tersebut di antaranya adalah: Penju

Memahami Dua Jenis Bahasa untuk Menulis

Terdapat dua ragam bahasa tulisan, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Penjabarannya sebagaimana berikut ini:  Pertama kita mengenal adanya bahasa lisan.  Ini adalah berbagai hal yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain melalui perangkat yang dinamakan mulut.  Dalam bahasa lisan, kata-kata yang diucapkan tidak hanya sekedar suara tetapi juga dibantu oleh bahasa tubuh seperti gerakan tangan, gerakan tubuh, dan ekspresi wajah kita.  Kemudian kita juga mengembangkan berbagai metode, misalnya dengan mengubah nada suara menjadi lebih tinggi atau rendah, mengubah kecepatan bicara menjadi lebih cepat atau lambat, dan juga mengubah volume menjadi lebih keras atau pelan.  Dengan berbagai variasi tersebut, maka bahasa lisan mampu memberikan penekanan pada beberapa bagian. Misalnya, penekanan diberikan pada pesan-pesan yang sangat penting, volume yang lebih keras digunakan untuk membangunkan pendengar, dan berbagai maksud lainnya.  Oleh karena itu, jika bahasa lis

Cara Pengorganisasian Tulisan

Pengorganisasian tulisan penting, karena akan mempermudah pembaca yang nantinya akan membaca tulisan Anda. Kemudian, metode untuk mengorganisasi atau mengatur tulisan adalah: Pertama tulisan Anda sebaiknya merefleksikan isi. Artinya ketika orang membaca judul tulisan Anda, mereka sudah tahu apa kira-kira yang akan disajikan dalam tulisan. Perlu dihindari judul yang diberikan tidak berkaitan dengan isi yang disajikan, karena pembaca akan merasa kecewa. Oleh karena itu, para penulis biasanya menerapkan strategi menuliskan judul tulisan di tahap paling akhir dari proses menulis. Mereka membuat judul justru setelah tulisan jadi. Kedua, tulisan Anda diawali dari sebuah kalimat tesis. Ini seperti yang saya lakukan pada bagian awal tulisan ini, yaitu ketika saya menyampaikan pertanyaan apa sebenarnya pertanyaan yang ingin dijawab dari tulisan ini. Nah, kurang lebih pembuatan kalimat tesis juga menampilkan hal seperti itu. Apa sebenarnya pertanyaan yang ingin dijaw

6 Cara Mengumpulkan Bahan untuk Menulis

Pada tulisan ini, saya akan berbagi bermacam metode yang digunakan oleh para penulis untuk mengumpulkan materi atau bahan-bahan dasar sebelum dia menulis suatu tulisan yang utuh. Tidak mengejutkan bahwa langkah pertama untuk mengumpulkan materi adalah dengan menulis atau membuat catatan. Barangkali Anda membaca berbagai hal kemudian agar tidak lupa, maka poin-poin yang penting dari bacaan tersebut dituliskan. Kemudian saat Anda mendengarkan sebuah pidato, maka poin penting dari pembicara dituliskan. Bisa jadi Anda mengamati berbagai hal dalam hidup sehari-hari secara langsung kemudian hasil dari pengamatan itu dituliskan. Dari berbagai tulisan atau catatan Anda tersebut, maka dapat disusun suatu tulisan yang baru. Oleh karena itu:  Langkah pertama adalah dengan menulis. Langkah kedua adalah brainstorming atau curah pendapat. Pada proses brainstorming ini bisa dilakukan sendirian atau melibatkan banyak orang. Namun, pada intinya kegiatan curah pendapat adalah mencur

Tahap Persiapan Menulis

 Kali ini kita akan membahas tahap persiapan menulis.  Tahap pertama adalah memahami tugas menulis.  Ini sangat penting mengingat nantinya mempengaruhi hasil yang diharapkan. Apa sebenarnya tugas menulis yang harus Anda selesaikan? Apakah Anda harus membuat laporan, notula atau catatan dari sebuah pertemuan, suatu kisah, suatu deskripsi?  Jadi memahami tugas menulis ini adalah langkah pertama untuk melakukan persiapan. Tahap ini kemudian akan menentukan langkah-langkah berikutnya.  Contoh lainnya adalah ketika Anda harus membuat suatu penelitian, maka metodenya pun akan berbeda dengan saat membuat suatu catatan.  Tahap ke dua adalah mengetahui pembaca.  Ini menentukan bagaimana style atau gaya dari tulisan Anda. Saat Anda akan berkisah mengenai suatu hal untuk pembaca anak-anak tentu saja bahasa yang digunakan akan berbeda manakala Anda menulis untuk pembaca dewasa.  Kemudian begitu juga saat Anda membuat tulisan ilmiah yang populer, gaya bahasanya akan ber